Inter Jangan Sok Jago, Mentang-Mentang Menang Mulu di Pra Musim

Inter Jangan Sok Jago, Mentang-Mentang Menang Mulu di Pra Musim
Inter Jangan Sok Jago, Mentang-Mentang Menang Mulu di Pra Musim

Laju positif Inter Milan di masa pra musim memang masih terus berlanjut hingga kini. Dini hari WIB tadi (Senin, 7 / 8 / 2017), Inter baru saja kembali membukukan kemenangan 3 – 1 saat melawan Villarreal di Stadion Riviera delle Palme. Namun begitu, publik dan pengamat menyarankan agar Nerazzurri jangan sok jago mentang-mentang menang terus di masa pra musim. Kewaspadaan tetap harus dijaga, demi mengarungi kerasnya persaingan di kompetisi musim depan.

Lewat gol-gol yang dikaryakan oleh Eder, Stevan Jovetic, serta Marcelo Brozovic, klub bersutan Luciano Spalletti itu berhasil melumpuhkan Villarreal dengan telak. Adapun kemenangan tersebut menjadi kesuksesan ke 4 kalinya di masa pra musim, yang semuanya dibungkus secara berturut-turut. Sebelum ini, Inter terlebih dahulu menggilas Olympique Lyon, lalu Bayern Munich, dan terakhir Chelsea.

Disisi lain, sang allenatore pun menyetujui apa yang disarankan kepada squad-nya. Meredam rasa cepat puas anak-anak didiknya pun dilakukannya, demi menjaga standarisasi performa bermain mereka. Malahan, Spalletti meminta squad untuk menaikkan level bermain mereka. Hal ini diperbuatnya untuk terhindar dari stagnasi, yang diakibatkan oleh rasa cepat puas diri.

“Sejauh ini saya puas dengan penampilan anak-anak didik saya, tapi saya tidak mau mereka jadi sombong. Kalau kita sudah berhasil di level tertentu, maka kita harus berani keluar dari zona nyaman untuk naik level. Saya tidak mau terjadi stagnasi di squad saya”, jelas sang arsitek Inter saat disambangi oleh Sky Sport Italia dan Football Italia.

“Kalau memang lawan-lawan kami itu levelnya setara dengan kami. Lalu, kalau lawan kami selama ini di pra musim ternyata dibawah kami bagaimana? Itu kan malah bisa menghancurkan kami pada kompetisi sesungguhnya di musim depan. Saya sudah menekankan squad untuk tetap waspada”, tambah Spalletti.

Akan tetapi, pujian pun tetap dilontarkan oleh pelatih berusia 58 tahun itu kepada anak didiknya. Bagaimana pun juga ia tetap ingin memberikan para pemainnya rasa bangga akan performa ciamik mereka.

“Saya suka dengan apa yang Jovetic lakukan selama pra musim ini. Gol tunggal yang disarangkannya ke jala Villarreal barusan adalah gol ke 3-nya, dari 4 kali merumput di masa pra musim. Saya harap dia bisa menjaga konsistensi bermainnya di musim depan nanti”, puji Spalletti.

“Begitu pun juga dengan Mauro Icardi dan Ivan Perisic. Mereka sangat mengerti bagaimana bekerjasama dengan tim. Percuma bermain bagus sendirian, tapi payah bermain secara tim di sepakbola. Saya minta squad jangan luntur semangatnya ya”, tuntas dia menyudahi sesi wawancaranya.

Juve Resmi Ucapkan Selamat Tinggal ke Alves

Juve Resmi Ucapkan Selamat Tinggal ke Alves
Juve Resmi Ucapkan Selamat Tinggal ke Alves

Kini Dani Alves bisa bebas terbang ke Etihad Stadium, usai kontraknya resmi diputus oleh klub yang dibelanya sebelum ini, Juventus.

Pada akhirnya, Alves dan Juventus telah sepakat untuk menyudahi kontrak kerjasama mereka. Sebelumnya, Alves dipindah dari Barcelona ke Juventus pada musim lalu secara cuma-cuma. Pada saat membantu Juve, Alves telah berperan untuk membuat Bianconeri berhasil mempertahankan scudetto dan meraih titel Coppa Italia. Walau, masih belum berhasil menjadi juara Liga Champion dan harus puas duduk di kursi runner up.

Niat Alves untuk cepat-cepat hengkang dari Juventus Stadium memang sudah lama sampai ke telinga Giuseppe Marotta, selaku CEO dari Juventus. Hingga pada akhirnya kemarin (Kamis, 29 / 6 / 2017), Juve resmi melepas bek asal Brazil itu.

“Pembatalan kontrak telah dilakukan oleh pemain kami, Dani Alves. Dengan demikian Juventus Football Club resmi berpisah dengannya per hari Kamis, 29 Juni 2017”, tulis Juve di laman resminya.

Belakangan sebelum resmi berpisah, relasi Alves dan Juve memang sudah tidak harmonis. Terlebih lagi kala Alves menyarankan striker Juve, Paulo Dybala untuk pergi saja dari Juventus agar bisa lebih berkembang. Tentunya pernyataan pemain 34 tahun itu direspons sangat negatif oleh manajemen klub, lantaran ia dianggap sebagai duri dalam daging yang memperkeruh suasana klub.

Kini, Alves diyakini penuh sudah pasti hijrah ke Manchester City. Mengingat disana ada Pep Guardiola yang dulu melatih dirinya dulu di Barca.

Manfaatkan Momen, Juve Siap Boyong Donnaruma

Manfaatkan Momen, Juve Siap Boyong Donnaruma
Manfaatkan Momen, Juve Siap Boyong Donnaruma

Belakangan percekcokan antara Gianluigi Donnarumma dengan klubnya, AC Milan memang santer menjadi buah bibir. Dalam hal ini, Juventus ingin memanfaatkan momen dengan siap untuk memboyong kiper 18 tahun itu.

Kontrak Donnaruma sendiri akan habis pada bulan Juni 2018 mendatang. Itu berarti, ia akan menjadi pemain yang siap diangkut pada bursa transfer musim panas musim depan.

Melihat skill ciamik di usianya yang masih sangat muda, kiper yang biasa disapa Gigio itu kerap kali jadi incaran banyak klub elit. Sejumlah klub kakap yang terendus tengah membidik Donnarumma antara lain adalah Juventus, Real Madrid, dan juga Manchester United. Namun begitu, Si Nyonya Tua lah yang dilihat paling getol dalam mengincar kiper timnas Italia U-18 itu. Mengingat kiper utamanya, Gianluigi Buffon bakal pensiun di musim depan, Gigio sudah pasti dipasang sebagai pengisi kekosongan posisi tersebut.

Adapun walau pergerakannya bisa jelas terlihat di publik, Juve sendiri tidak berkoar-koar di media terkait minatnya memboyong Gigio.

“Ah, kami belum memutuskan pemain mana yang akan kami rekrut pada musim depan. Tapi, kami tentunya akan terus memantau perkembangan yang terjadi”, jelas Giuseppe Marotta selaku CEO Juventus saat disambangi Mediaset Premium.

Sebelum ini, AC Milan sudah menegaskan kalau pihaknya tidak akan melepas Donnaruma hingga kontraknya berakhir. Kalau mau dilepas pun, uang maharnya tidak akan kurang dari 50 juta Euro. Sejatinya, Rossoneri juga dalam posisi buruk saat ini. Ia harus siap mengikhlaskan kiper kuncinya itu tanpa ada untung sama sekali di musim depan, atau mengiklaskannya di musim ini dengan harga bandrol yang murah. Kalau AC Milan setidaknya memang mau meraup uang dari hengkangnya Donnarumma, jual rugi adalah opsi yang bakal ditempuhnya.

Donnarumma Ga Bakal Dilepas AC Milan, Sampai Kontraknya Habis

Donnarumma Ga Bakal Dilepas AC Milan, Sampai Kontraknya Habis
Donnarumma Ga Bakal Dilepas AC Milan, Sampai Kontraknya Habis

Terkait kerjasamanya dengan Gialuigi Donnarumma, AC Milan akhirnya rampung memutuskan. Hingga durasi kontraknya yang sekarang habis pada musim panas tahun depan (2018), kiper asli Italia itu akan tetap dipertahankan di klub.

Sebelum ini, cek cok memang terjadi antara Donnarumma dan klubnya. Pasalnya, Donnarumma secara mentah-mentah ogah untuk mengiyakan perpanjangan kontrak yang disodorkan Milan. Kendati nominal bayaran yang tertera di lembaran kontrak bisa dibilang cukup fantastis.

Cek cok antara keduanya pun kian keruh, kala Mino Railo, sang agensi kiper timnas Italia itu menyumpahi dan memaki-maki AC Milan di media.

Namun begitu, Milan sudah masa bodo dan lelah dengan percekcokan tersebut. Pokoknya yang jelas, Donnarumma baru akan ia lepaskan kala kontraknya habis. Itu pun juga ada target yang harus dipenuhi di musim ini oleh pesepakbola 18 tahun itu.

“Masa bodo lah. Capek adu mulut terus. Setiap kami ketemu Railo selalu berdebat dan berujung ribut. Ini sudah terjadi 2 bulan belakangan”, papar Marco Fassone, CEO AC Milan kala diwawancara Mirror.

“Jelas-jelas, Donnarumma pernah bilang kalau ia akan terus bermain di Milan. Dia juga bilang sangat kerasan di klub ini. Lalu, tiba-tiba omongannya berubah 180 derajat. Itu kan sama saja seperti orang yang mencla-mencle dan ga punya etika. Sikapnya itu betul-betul melukai kami”, imbuh Fassone.

“Kami sudah memutuskan. Ia baru akan kami lepaskan hingga kontraknya habis. Itupun juga ada target yang harus dipenuhi. Tapi kalau ada yang mau menebusnya, kami sudah membuat bandrol untuk Donnarumma”, tuntasnya.

Milan disinyalir hanya mau melepaskan Donnarumma, jikalau ada yang mau menebusnya dengan uang sebesar minimal 50,000,000 Euro.

Dani Alves dan Juve, End

Dani Alves dan Juve, End
Dani Alves dan Juve, End

Misteri kelanjutan karir Dani Alves di Juventus akhirnya terkuak sudah. Bek kelahiran Brasil itu sudah memutuskan untuk angakt kaki dari Si Nyonya Tua.

Berita itu disampaikan langsung oleh Giuseppe Marotta, selaku CEO Juve. Kata Marotta, keputusan untuk pergi dari klub itu dilontarkan oleh Alves terlebih dahulu. Walaupun sejatinya, kontrak kerjanya baru akan berkahir pada bulan Juni tahun depan (2018).

“Memili untuk mundur adalah hak dari masing-masing pemain. Walaupun relasi kerjasama kami berdua berakhir, hubungan secara pribadi tetap akan terjalin”, ujar Marotta yang terlansir di laman resmi Football Italia.

“Dani Alves berkata kalau kepergiannya dari Juve, bukanlah disebabkan sesuatu yang beraroma negatif. Tapi lebih kepada ingin mencari pengalaman baru”, imbuh Marotta lagi.

Rumor Alves bakal angkat kaki dari Juve, memang sudah ramai dibicarakan sejak pekan lalu. Kala Gonzalo Higuain mengunggah rekaman video yang isinya penyampaian salam perpisahan Alves kepada rekan setimnya. Walaupun sudah dihapus, rekaman video itu terlanjur menjadi viral di internet dan media sosial.

Dilain sisi, ada omongan yang berkata kalau hengkangnya Alves disebabkan oleh ketidakbetahannya untuk bermukim di Turin lagi. Perasaan itu disinyalir muncul, ketika pemain berumur 34 tahun tersebut dicela masyarakat usai dirinya memberi saran kepada Paulo Dybala untuk pergi dari Juve.

Dengan kepergian Alves, Marotta nampak menunjukkan rasa kecewa yang besar.

“Sebenarnya, kalau soal rasa kecewa ya tentunya ada lah. Namanya juga manusia. Siapa yang tidak kecewa, kalau harus kehilangan seseorang yang sudah dirasa baik bagi dirinya?”, kata Moretta.

Kedepan, Alves diperkirakan bakal terbang ke Inggris untuk bermain di Manchester City. Mengingat disana bercokol mantan pelatihnya, Josep Guardiola, saat Alves masih bermain di Barcelona FC.

Semusim merumput bersama Juve, Alves tercatat sudah membukukan 6 gol, 7 assist, sekaligus mengantarkan Bianconeri menyabet Scudetto, Coppa Italia, dan berhak melaju ke putaran final Liga Champion.